Konflik yang ditawarkan novel ini sebenarnya tidak terlalu menarik. Kisah cinta segitiga antara anna, vronskii dan suaminya, Karenin. Bercerita tentang seorang istri, anna karenina yang mencederai pernikahannya. Dia menjalin hubungan dengan seorang opsir muda yang ditemuinya pertama kali di stasiun kereta. Meski diceritakan Aleksei Aleksandrovich adalah suami Anna, namun Anna justru menganggap suami yang mesti dicintai dan dilayaninya adalah Aleksei Vronskii.

Cerita ini berlatar kehidupan sosial masyarakat Rusia pada masa peralihan sesudah dihapuskannya sistem perhambaan tahun 1861. Melalui tokoh Levin, penulis menguraikan kekecewaannya terhadap kemerosotan rohani dan jasmani para kaum bangsawan, dan eksploitasi dan penderitaan para petani yang kian memuncak.

Kelebihan novel ini terletak pada ketelitian penggambaran dunia batin masing-masing tokoh, sehingga pembaca mengenal baik setiap tokoh yang muncul dalam cerita, bahkan untuk tokoh yang hanya sekali disebutkan. Alih-alih mencela perbuatan buruk salah satu tokoh, pembaca malah bersimpati dan ikut merasakan kegusaran yang sedang dialaminya. Setiap tokoh digambarkan sangat manusiawi.

Mungkin yang menjadi kesulitan (terutama bagi saya) adalah setiap tokoh memiliki dua nama bahkan lebih. Tak jarang saya mengira penulis sedang menceritakan dua tokoh yang berbeda (padahal itu hanya satu tokoh), semisal penyebutan nama tokoh oblonskii ketika berdialog berbeda dengan narasi. Selain itu penamaan setiap tokoh dalam novel ini nyaris sama, sehingga sulit sekali membedakan antara tokoh yang satu dengan yg lain.