Seorang mahasiswa berotak cemerlang, atas kehendaknya sendiri meninggalkan bangku kuliah. Ia tidak puas dengan sistem dan materi pendidikan yang diterimanya. Pergi bertransmigrasi, juga atas kemauannya sendiri.

Kemarau yang sangat panjang mendatangkan kesengsaraan bagi seluruh penduduk. Rumput-rumput merunduk layu, satu persatu mata air kering. Satu demi satu enduduk meninggalkan desa pemukiman yang hampir mati itu. Satu-satunya yang masih tinggal hanya Tokoh kita. Tapi akhirnya ia kalah dengan musim dan terlempar ke kehidupan kota. Sampai akhirnya Tokoh kita satu kali menerima harta warisan yang banyak dari kematian teman dekatnya. Uang itu lalu ia gunakan untuk membangun satu kota transmigrasi.