Sebuah buku yang kontroversial di zamannya. Di akhir tahun 1970-an, Mochtar Lubis menulis buku yang membongkar potret-potret kebobrokan manusia Indonesia. Saya lupa apa saja, tetapi di antaranya adalah: munafik, pemalas, berjiwa feodal, korupsi, dan gemar mencari kambing hitam. Lubis cuma menyanjung sisi positif orang Indonesia dari segi kemampuan artistik (seni) saja.

Di halaman belakang, Lubis menyisipkan berbagai tanggapan pembaca mengenai buku ini. Lebih banyak yang kontra daripada yang pro, seakan mereka semua kompak menutup-nutupi sikap-sikap negatif di atas yang memang faktanya banyak menghinggapi masyarakat Indonesia. Dari dulu kita memang selalu dibuai dengan teori-teori semu bahwa manusia Indonesia selalu ramah, rajin bekerja, mengutamakan musyawarah mufakat, gotong royong, beriman, bertakwa, dan hal-hal sempurna lainnya. Lubis dengan berani menanggapi setiap sanggahan pembaca itu satu persatu.

Sekilas seperti: menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.