Buku ini mengisahkan tentang dukungan gerakan demokrasi di Indonesia terhadap gerakan kemerdekaan Timor Leste pada tahun 1990-an. Dalam buku ini dapat ditemukan latar belakang ideologi, politik, organisasi dan berbagai aktivitas Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan Solidaritas Perjuangan Rakyat Indonesia untuk Maubere (SPRIM) dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Maubere. Juga diceritakan relasi dengan pimpinan dan organisasi pembebasan Timor Leste di Indonesia dan kancah internasional. Pada dua bab terakhir penulis menyoroti kondisi kontemporer di Timor Leste dan harapan agar para pemimpin Timor Leste masih dapat bersatu menghadapi penjajahan gaya baru bernama neoliberalisme dan kemiskinan. Buku juga dilengkapi sekitar 70 foto eksklusif.

KOMENTAR

"Ini adalah catatan kritis seorang perintis gerakan solidaritas Indonesia untuk Timor Leste, yang mengingatkan bahwa kemerdekaan adalah langkah awal dan bukan akhir, dari pembebasan sejati"
Hilmar Farid - Aktivis Fortilos, Sedang studi PhD di National University of Singapore

"A Luta Continua! merupakan sebuah kesaksian tentang keterlibatan, solidaritas dan kontribusi penulis dan masyarakat Indonesia dalam perjuangan pembebasan Timor-Leste untuk menegakkan kedaulatannya"
Mari Alkatiri - Mantan Perdana Mentri RDTL dan Sekjen Fretilin

"Anda memperoleh juga kesempatan yang sangat penting untuk memberi kesaksian mengenai hubungan perjuangan dari pemuda Indonesia dengan perlawanan Maubere."
Xanana Gusmao - mantan Pimpinan CNRT

"A Luta Continua.. bagi sebuah revolusi permanen.. demi Pembebasan Sejatinya Rakyat. Libertar a Partria para Libertando o Povo "
Nelson Correia - Sekjen PST

"Solidaritas antara kaum muda demi demokrasi dan HAM, bagian dari amanat UUD 45, sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa Indonesia."
Fernando Lasama - Ketua Parlemen RDTL dan Ketua Umum Partai Demokrat