Setelah satu dekade melewati Era Reformasi, bangsa Indonesia masih seperti tertatih-tatih mengarungi sejarahnya,. Meski sepertinya lepas dari ancaman disintegrasi yang begitu ditakutkan setelah tumbangnya pemerintah Orde Baru, bangsa ini terus dirundung masalah: konflik antaretnis yang memakan korban, ekonomi yang tak kunjung membaik, bencana alam yang beruntun, situasi politik yang bising tapi tak merakyat, dan lain-lain. Kesejahteraan rakyat yang menjadi cita-cita di seberang “jembetan emas†kemerdekaan Indonesia tampak makin sukai dicapai.

Reinventing Indonesia bermaksud melepaskan dari belenggu pandangan kekinian dan jangka pendek, serta mencoba menggagas kembali secara lebih positif masa depan Indonesia. Meskipun sebagian membahas masalah kekinian, tetapi semangat yang hendak dibangun adalah refleksi masa depan bangsa.
Terlebih lagi, tahun 2008 adalah seabad Kebangkitan Nasional Indonesia serta delapan dekade Sumpah Pemuda, dua tonggak penting dalam pembentukan bangsa Indonesia, upaya menggagas kembali ideal-ideal yang dibayangkan oleh para pendiri bangsa menjadi makin penting. Dengan kata lain, buku ini diniatkan untuk menyumbang pikiran untuk menemukan kembali masa depan bangsa.